Milenial yang sangat mempengaruhi digital Travel
Milenial lagi dan lagi, generasi ini sepertinya tidak henti henti menjadi topik pembicaraan dimanapun. Namun ternyata pengaruhnya cukup besar terhadap sebuah perkembangan pariwisata. Milenial juga dikenal sebagai kelompok demografi setelah generasi X (Gen-X). Istilah milenial memang sedang ramai terdengar, istilah itu berasal dari millennials yang diciptakan oleh sejarah dan penulis Amerika.
Generasi milenial ini bisa dibilang generasi yang hidup berdampingan dengan komputer yang hampir tidak bisa terlepas dengan komputer, yang mereka harapkan semua bisa didapat dengan mudah, kapan pun dan dimanapun mereka ingin. Hal ini didukung karena mereka merupakan generasi yang dekat dengan teknologi, yang memudahkan akses informasi dibidang pariwisata. Namun karena kedekatannya dengan teknologi, milenial seakan-akan mampu menyulap waktu singkat tersebut. Mereka mampu membuat perjalanan wisata yang efisien efektif melalui kedekatan dengan teknologi, mulai dari membeli transportasi, mengatur jadwal perjalanan sampai akomodasi.
Sedangkan digital Travel yaitu mempermudah wisatawan dalam melakukan pembayaran, pemesanan, dan melihat pengalaman pelanggan lainnya dalam mencoba berwisata ditempat tersebut. Digital Travel merupakan salah satu strategi efektif untuk mempromosikan potensi unggulan suatu daerah melalui platform berbasis teknologi dengan target milenial. Di era milenial sekarang, digital Travel sangat dibutuhkan bagi pariwisata, karena orang orang sekarang tidak memiliki waktu yang banyak lagi, milenial sekarang menginginkan proses yang instan dan tidak membuang waktu banyak, mereka tidak menginginkan memesan Travel dengan cara yang rumit seperti harus datang ke kantor Travel agent untuk melakukan reservasi atau memesan tiket dan memilih paket wisata, yang menurut mereka itu sangat rumit, maka dari itu digital Travel itu sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi milenial yang tidak memiliki waktu banyak untuk melakukan pemesanan Travel.
Peran penting aplikasi dan internet dalam digital Travel
Aplikasi merupakan suatu program yang digunakan khusus untuk para penggunaannya. Dengan aplikasi, milenial membuat keputusan lebih cepat dari sebelumnya. Aplikasi untuk milenial seperti traveloka,tiket.com,dan lain lain. Sangat mengerti dari milenial yang efisien dan simpel, karena dengan menggunakan aplikasi tersebut, milenial dapat bepergian dari suatu tempat atau suatu negara hanya dengan sekali klik dalam smartphone mereka.
Pesatnya pertumbuhan internet dan penggunaan smartphone pada milenial yang membuat digital Travel berkembang pesat seperti sekarang, internet juga memiliki peran penting dalam digital Travel seperti pembayaran dan pembelian dalam aplikasi tersebut.
Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada.
Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada. dengan begitu milenial senang melakukan segala sesuatunya sendiri, mengutamakan efesiensi dan kemudahan, serta kurang sabar.
Accenture sendiri mengembangkan sebuah platform digital yang jika digunakan sebuah industri pariwisata, entah itu hotel, kapal pesiar, bahkan bandara, diyakini dapat memenuhi kebutuhan dan sesuai karakter milenial. Platform ini merancang kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi, mulai dari keluar rumah hingga balik lagi ke rumah.
Berbicara mengenai kemajuan teknologi, Di era millenial ini majalah sudah bisa berbasis online atau yang biasa disebut dengan “Online Magazine” majalah ini tidak menggunakan bahan kertas melainkan dalam bentuk file yang dapat di akses dengan mudah oleh masyarakat melalui internet. Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada.
Begitu besarnya pengguna internet saat ini yang difasilitasi oleh Smartphone sehingga melahirkan sebuah Generasi Milenial. Sebuah generasi yang 80% eksis di dunia maya, media sosial dan media digital. Kementerian Pariwisata menangkap peluang ini dengan melahirkan sebuah komunitas netizen zaman now yang tertarik dengan pariwisata dan 80% bergerak di sosial media, yaitu GenPI (Generasi Pesona Indonesia) dan GenWI (Generasi Wonderful Indonesia) yang sangat disambut baik oleh Menteri Pariwisata. Dimana GenPI/GenWI adalah generasi milenial dengan basis komunitas yang aktif mempromosikan Pariwisata Indonesia baik melalui blog, vlog atau medsos kepada masyarakat luas. Mereka sangat aktif dan rutin menggunakan jari mereka untuk pariwisata Indonesia.