Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing pada era global

Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing

Kalangan pelaku pariwisata diminta tetap mempertahankan prestasi Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia dengan cara meningkatkan segala potensi yang dimiliki dan mengelola isu kekinian dengan baik. Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali harus bahu-membahu menyusun strategi bisnis dan marketing untuk membuat Bali tetap menjadi yang terbaik. Arief mengatakan kemudahan tersebut bisa didapat di antaranya melalui deregulasi seperti yang pernah dilakukan Jepang dan Vietnam yang menumbuhkan pariwisatanya dengan cepat.

Pelaku wisata juga harus memiliki kecepatan merespons pasar dan de­ngan tepat menentukan menjual apa, dan di mana.Dia lantas mengingatkan untuk me­manfaatkan momentum pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2018 di Bali yang bakal diikuti 15.000 orang kaya dari seluruh dunia.Peristiwa langka itu perlu dijadikan tonggak untuk menawarkan bahwa Bali siap bersaing dan lebih kompetitif dibandingkan dengan destinasi wisata di negara lain.

Beberapa hal yang perlu pena­nganan serius, lanjut Arief, sampah, ke­macetan lalu lintas, layanan ke­imigrasian dan bandara.“Ini harus diantisipsi dari sekarang, mumpung ada momentum ajukan ke pemerintah sarana-prasarana dan infrastruktur apa yang diperlukan, kalau perlu buat flyover atau underpass di setiap persimpangan,” kata Arief.Gubernur Bali Made Mangku Pas­tika mengatakan predikat Bali se­bagai destinasi terbaik maupun Pulau Terbaik yang diperoleh berulang kali seharusnya membuat semua pihak kian berbenah dan menata diri.

“Sebagai langkah awal, tinggalkan sudah pariwisata massal, kita songsong quality tourism yang lebih banyak mendatangkan keuntungan,” ujarnya.Dia menyebut perlu kajian men­dalam, kerja keras dan sinergi berbagai pihak untuk mempertahankankan Bali tetap terbaik. Pastika mengajak bagaimana seluruh komponen men­jaga pariwisata agar tetap stabil dan ber­kembang di tengah kelesuan ekonomi global.“Bali yang kecil dan unik ini ha­rus tetap dikembangkan sesuai kon­sep pariwisata budaya dan para pe­laku pelaku pariwisata harus terus berbenah diri, meningkatkan kualitas SDM, menata objek wisata, dan pro­mo­si yang baik,” katanya.Ketua BPPD Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab disapa Tjok Ace mengatakan kendati menghadapi paradoks Bali tetap men­jadi pilihan utama wisatawan asing.

Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai negara dunia. Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan hal yang perlu dicermati pelaku pariwisata adalah rata-rata lama tinggal atau length of stay wisatawan yang masih berkisar 10,8 hari, berdasarkan data Kementerian Pariwisata. Perhitungan tersebut berdasarkan waktu kedatangan dan keberangkatan wisatawan di pintu masuk utama Bali. Namun, jika dikombinasikan dengan data BPS yang menyebut lama tamu menginap di hotel berbintang di Bali saat ini diperkirakan hanya berkisar 3-4 hari, sehingga masih ada selisih yang dicatat Kementerian Pariwisata.

Pemerintah Provinsi Bali menaruh perhatian serius menyikapi hal ini sebab berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Wisatawan lebih sedikit membelanjakan uang mereka di Bali. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan Gubernur Bali sebelumnya memaparkan pemerintah pusat menggarap sejumlah destinasi pariwisata lain di Indonesia dengan ikon ‘Bali Baru.’ Kebijakan tersebut bukan bermaksud menyaingi Pulau Dewata sebagai koridor utama pariwisata Indonesia.

“Gubernur mengingatkan pelaku pariwisata lebih peka terhadap perubahan situasi, sehingga mengambil langkah antisipasi menghadapi persaingan ketat,” katanya. Meski sangat membanggakan, berita tersebut nggak begitu mengherankan. Karena kepopuleran Bali di mata dunia internasional memang udah nggak diragukan lagi. Fakta bahwa Bali yang masih menjadi destinasi favorit wisawatan domestik cukup mengejutkan. Kembali munculnya nama Bali menandakan pihak berwenang harus melakukan usaha ekstra keras memeratakan peta pariwisata di Indonesia.

Seperti halnya Ubud, Gianyar, Bali semakin bersolek. Selama ini Ubud dikenal sebagai salah satu tujuan destinasi di Bali yang kaya dengan warisan budaya nenek moyang. Berbagai cerita turun menurun dari leluhur begitu kental di sana. Mulai ritualnya, adat istiadat, hingga kuliner.Alasan-alasan itulah yang membuat Kementerian Pariwisata menggandeng organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Tujuannya untuk mengejar sertifikasi agar Ubud menjadi destinasi wisata skala internasional. Fokusnya kali ini pada destinasi gastronomi  seputar kuliner khas Ubud.

Contoh gambar :

1.

2.

3.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR4S32x0Sg7LAoCt_JRPd7w1dmYIj6ZlPDOnZDVWUhNNWiA-I2q

4.

https://pix10.agoda.net/geo/city/17193/1_17193_02.jpg?s=1920×822

5.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRpSHklZk4VB2r81z4hUzx0YGLwfg5BkDI8lopzhvx9KY7sGil15g

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai