Featured

Revolusi Industri 4.0

DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI 4.0. TERHADAP PARIWISATA

Tahun 2018 telah usai dengan segala harapan dan cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Hari baru di 2019 menyiratkan semangat untuk mewujudnyatakan harapan dan cita-cita yang belum usai di 2018. Secara umum dalam pembangunan dan pengembangan yang ada dalam kabupaten tercinta, kabupaten Humbang Hasundutan, Khususnya dalam pengembangan potensi pariwisata yang ada terlebih didalam masa revolusi industri 4.0 yang sudah mulai kita jajaki.

Kilas Revolusi Industri 4.0

Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di IndonesiaOleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan  membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.. Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional. melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak.. Kita Membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan dan investor datang ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. “

Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.

Pertama saya ijin menyarakan agar, pemerintah daerah humbahas harus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan.

Kedua meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial humbahas akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri.Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di humbahas di blog, web atau minimal didalam media sosialnya.

Ketiga Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata. Salah satunya dengan membuat lomba mengenai pariwisata humbahas, misalnya lomba menulis blog dan membuat vlog yang diperuntukkan untuk umum atau milenial yang berasal dari humbahas yang sedang menuntut ilmu atau bekerja diluar humbahas.

Terakhir pemerintah daerah sebisa mungkin memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dengan menghasilkan inovasi baru juga memaksimalkan teknologi jangka panjang dan memastikan inovasi tepat sasaran dan tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar.

Akhirnya, pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata yang berada di humbang hasundutan kita harapkan akan semakin maju salah satunya dengan Industri Revolusi 4.0 dengan sinergitas antara milenial dan pemerintah yang harus dimulai dan terus dikembangkan demi perwujutan menuju pariwisata Humbahas Hebat.

Contoh gambar :

  1.  

https://beritabojonegoro.com/read/16220-ironi-revolusi-industri-4-0.html

3.

4.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRaWtJw4yCuU5d2TYr0nHdLy0XD5n_Icj7pfYo0CKVR5q5cza3qGQ

5.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQbCpMF4JwRoBNOEwy-4SHnpqGgbEpM837mCIeTYdigjvk7fFi2qQ

Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing pada era global

Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing

Kalangan pelaku pariwisata diminta tetap mempertahankan prestasi Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia dengan cara meningkatkan segala potensi yang dimiliki dan mengelola isu kekinian dengan baik. Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali harus bahu-membahu menyusun strategi bisnis dan marketing untuk membuat Bali tetap menjadi yang terbaik. Arief mengatakan kemudahan tersebut bisa didapat di antaranya melalui deregulasi seperti yang pernah dilakukan Jepang dan Vietnam yang menumbuhkan pariwisatanya dengan cepat.

Pelaku wisata juga harus memiliki kecepatan merespons pasar dan de­ngan tepat menentukan menjual apa, dan di mana.Dia lantas mengingatkan untuk me­manfaatkan momentum pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2018 di Bali yang bakal diikuti 15.000 orang kaya dari seluruh dunia.Peristiwa langka itu perlu dijadikan tonggak untuk menawarkan bahwa Bali siap bersaing dan lebih kompetitif dibandingkan dengan destinasi wisata di negara lain.

Beberapa hal yang perlu pena­nganan serius, lanjut Arief, sampah, ke­macetan lalu lintas, layanan ke­imigrasian dan bandara.“Ini harus diantisipsi dari sekarang, mumpung ada momentum ajukan ke pemerintah sarana-prasarana dan infrastruktur apa yang diperlukan, kalau perlu buat flyover atau underpass di setiap persimpangan,” kata Arief.Gubernur Bali Made Mangku Pas­tika mengatakan predikat Bali se­bagai destinasi terbaik maupun Pulau Terbaik yang diperoleh berulang kali seharusnya membuat semua pihak kian berbenah dan menata diri.

“Sebagai langkah awal, tinggalkan sudah pariwisata massal, kita songsong quality tourism yang lebih banyak mendatangkan keuntungan,” ujarnya.Dia menyebut perlu kajian men­dalam, kerja keras dan sinergi berbagai pihak untuk mempertahankankan Bali tetap terbaik. Pastika mengajak bagaimana seluruh komponen men­jaga pariwisata agar tetap stabil dan ber­kembang di tengah kelesuan ekonomi global.“Bali yang kecil dan unik ini ha­rus tetap dikembangkan sesuai kon­sep pariwisata budaya dan para pe­laku pelaku pariwisata harus terus berbenah diri, meningkatkan kualitas SDM, menata objek wisata, dan pro­mo­si yang baik,” katanya.Ketua BPPD Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab disapa Tjok Ace mengatakan kendati menghadapi paradoks Bali tetap men­jadi pilihan utama wisatawan asing.

Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai negara dunia. Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan hal yang perlu dicermati pelaku pariwisata adalah rata-rata lama tinggal atau length of stay wisatawan yang masih berkisar 10,8 hari, berdasarkan data Kementerian Pariwisata. Perhitungan tersebut berdasarkan waktu kedatangan dan keberangkatan wisatawan di pintu masuk utama Bali. Namun, jika dikombinasikan dengan data BPS yang menyebut lama tamu menginap di hotel berbintang di Bali saat ini diperkirakan hanya berkisar 3-4 hari, sehingga masih ada selisih yang dicatat Kementerian Pariwisata.

Pemerintah Provinsi Bali menaruh perhatian serius menyikapi hal ini sebab berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Wisatawan lebih sedikit membelanjakan uang mereka di Bali. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan Gubernur Bali sebelumnya memaparkan pemerintah pusat menggarap sejumlah destinasi pariwisata lain di Indonesia dengan ikon ‘Bali Baru.’ Kebijakan tersebut bukan bermaksud menyaingi Pulau Dewata sebagai koridor utama pariwisata Indonesia.

“Gubernur mengingatkan pelaku pariwisata lebih peka terhadap perubahan situasi, sehingga mengambil langkah antisipasi menghadapi persaingan ketat,” katanya. Meski sangat membanggakan, berita tersebut nggak begitu mengherankan. Karena kepopuleran Bali di mata dunia internasional memang udah nggak diragukan lagi. Fakta bahwa Bali yang masih menjadi destinasi favorit wisawatan domestik cukup mengejutkan. Kembali munculnya nama Bali menandakan pihak berwenang harus melakukan usaha ekstra keras memeratakan peta pariwisata di Indonesia.

Seperti halnya Ubud, Gianyar, Bali semakin bersolek. Selama ini Ubud dikenal sebagai salah satu tujuan destinasi di Bali yang kaya dengan warisan budaya nenek moyang. Berbagai cerita turun menurun dari leluhur begitu kental di sana. Mulai ritualnya, adat istiadat, hingga kuliner.Alasan-alasan itulah yang membuat Kementerian Pariwisata menggandeng organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Tujuannya untuk mengejar sertifikasi agar Ubud menjadi destinasi wisata skala internasional. Fokusnya kali ini pada destinasi gastronomi  seputar kuliner khas Ubud.

Contoh gambar :

1.

2.

3.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR4S32x0Sg7LAoCt_JRPd7w1dmYIj6ZlPDOnZDVWUhNNWiA-I2q

4.

https://pix10.agoda.net/geo/city/17193/1_17193_02.jpg?s=1920×822

5.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRpSHklZk4VB2r81z4hUzx0YGLwfg5BkDI8lopzhvx9KY7sGil15g

Usaha yang dibuat dan cara bersaing

Membuka Sebuah Restaurant Dan Persaingan

Industri Makanan & Minuman(F&B) atau Restaurant adalah sebuah industri yang Luar Biasa & hampir tidak pernah mati. Industri yang penuh potensi, prospek, berkembang dengan sangat cepat, dan merupakan Bisnis pembawa Kesuksesan bahkan Kemakmuran (tentu saja, jika direncanakan, dikelola dan dioperasikan dengan baik).Bagaimanapun juga, sangat sedikit Bisnis Restaurant yang akhirnya Sukses. Kebanyakan Bisnis Restaurant gagal pada tahun pertama operasionalnya. Ada banyak opini dan alasan yang ada seperti mengapa hal ini dapat terjadi? Lebih dari 25-33% dari Industri Restoran menuutup usahanya dan mendeklarasikan kebangrutannya dibawah 12 bulan sejak operasional pertamanya.Tentu saja ini sangat membuat para pebisnis makanan bertanya-tanya mengapa ini terjadi dan apa yang bisa kita lakukan untuk lebih mengerti Resiko, Tantangan, Sebab, Realitas dan Detail-detail yang rumit tentang membuka, menjalankan, dan sampai pada akhirnya mendapatkan Restaurant yang Sukses.

sektor Bisnis Makanan semakin berkembang. Memiliki pengertian & filosofi mendasar dan penghargaan akan makanan, gaya hidup, terlebih ‘Dine Out’ dalam gambaran besar sangatlah penting dalam menuju kesuksesan sebuah Bisnis Restoran.Setiap aspek dari bisnis dan operasional, kepuasan pelanggan, hubungan Profit & Lost, ukuran sistem kendali, standarisasi dan kebanggaan dari pemilik semuanya harus terlihat, sebagaimana kegigihan, ketangguhan, perhatian yang teliti akan detail dan setiap keputusan bahkan pada hal yang kecil sekalipun.Beberapa dari aspek ini mencakup Manajemen Bisnis Umum (General Business Management), Administrasi, Organisasi, Pengawasan (Supervising), Pengendalian (Controlling), Prosedur Akuntansi, Pricing, Promosi, Kontrak dan Proteksi dan Asuransi, Regulasi Perpajakan dimana bisnis tsb berada & berfungsi.

Dalam artikel ini apabila saya berkesempatan memiliki usaha, dalam pikiran saya banyak variasi dan pilihan jika dihadapkan pada Bisnis Restoran. Apa yang akan disajikan, kapan akan dibuka dan berapa dana yang harus disediakan sampai semuanya berjalan lancer. Dalam berkesempatan ini saya akan membuat sebuah restaurant kecil berupa kafe atau warung makan yang simple namun banyak hasil yang bisa didapatkan.

Untuk mereka yang menanyakan tentang “Pendanaan” dan darimana uang akan mengalir dari usaha ini,ada beberapa tips yang bisa saya jalani  ketika mempertimbangkan pengadaian atau kredit :

• Ketahuilah Instrumen Kredit apa yang tidak dapat di negosiasikan dan bagaimana mereka berpengaruh terhadap bisnis Anda. (“Lease-transfer”; “Mortgage-assign”)

• Gunakan pasal-pasal yang protectif pada dokumen Anda untuk melindungi bunga anda.

• Bacalah selalu ketentuan yang dicetak kecil.

• Kontrak berkekuatan hukum yang bersifat mengikat Anda dan pasal-pasal yang tidak memberikan anda keuntungan dapat, antara dihilangkan/dihapus dinegosiasikan atau didiskusikan sebelum menandatangani apapun.

• Pasal tambahan dan tanggal kontrak harus selalu di periksa

• Pasal Utama, tanggal dan waktu harus di perjelas

• Tulislah secara terperinci semua hal/tindakan yang akan diambil jika sesuatu terjadi di kemudian hari

• Hindari penegasan penjualan yang di ilegalkan.

• Pelajarilah klausul penerima

• Pengambil alihan “Foreclosures”

• Klausul Properti pribadi

Pastikan tidak ada kesalahpahaman, kesalahpengertian, atau beban/kesulitan keuangan yang tidak perlu, sesuatu yang terlupakan atau penderitaan yang akan anda tanggung dikemudian hari. Carilah bantuan saran, saran profesional sangatlah berharga.Anda dapat, antara memutuskan untuk berinvestasi atau meminjam uang untuk memulai dan memulai bisnis Anda.Pertimbangkanlah secara matang sumber dan menspesifikasikan dengan lebih detail dari berbagai aspek perjanjian tsb dan pengaruhnya, implikasiny serta konsekuensinya akan sangat berpengaruh terhadap bisnis anda.

Apakah ini untuk jangka pendek, menengah atau panjang dan darimana uang itu berasal, pada kisaran ‘rate’/harga berapa?? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda mengklarifikasi dan membawa kedepan semua hal-hal penting yang berkaitan dengan sumber dana..

Sumber pendanaan bisa termasuk: diri sendiri, keluarga, teman, rekan bisnis, dealer atau pabrik peralatan, organisasi bisnis. Jenis yang berbeda-beda juga tersedia untuk pengadaan dana. Bisnis restoran yang berbentuk dan berstruktur ‘PT’ akan membuat lebih mudah untuk mengamankan modal usaha anda.

Semoga artikel ini dapat memberikan Anda ketajaman akan bisnis Restoran yang sangat kompetitif ini, “business sense” yang kita semua butuhkan untuk bertahan dalam “Global Market Place” sekarang ini – terlebih lagi jika tidak kurang dari dari 25-33% dari semua Restoran dan Bisnis yang berkaitan dengan makanan, baik itu cabang maupun waralaba gagal dalam tahun pertamanya!!

Contoh gambar restaurant sederhana.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwDYar82YlfjQx8SAO87rT1aOQ2fIzHf5BHAEj9Cx2s1ZP5d7LQw

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-jadf0XrudqNbffFNcfDN8QWhYXsCTFBG-X5C77c5I-s1hKg6

Revolusi Industri 4.0

DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI 4.0. TERHADAP PARIWISATA

Tahun 2018 telah usai dengan segala harapan dan cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Hari baru di 2019 menyiratkan semangat untuk mewujudnyatakan harapan dan cita-cita yang belum usai di 2018. Secara umum dalam pembangunan dan pengembangan yang ada dalam kabupaten tercinta, kabupaten Humbang Hasundutan, Khususnya dalam pengembangan potensi pariwisata yang ada terlebih didalam masa revolusi industri 4.0 yang sudah mulai kita jajaki.

Kilas Revolusi Industri 4.0

Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di IndonesiaOleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan  membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.. Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional. melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak.. Kita Membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan dan investor datang ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. “

Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.

Pertama saya ijin menyarakan agar, pemerintah daerah humbahas harus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan.

Kedua meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial humbahas akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri.Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di humbahas di blog, web atau minimal didalam media sosialnya.

Ketiga Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata. Salah satunya dengan membuat lomba mengenai pariwisata humbahas, misalnya lomba menulis blog dan membuat vlog yang diperuntukkan untuk umum atau milenial yang berasal dari humbahas yang sedang menuntut ilmu atau bekerja diluar humbahas.

Terakhir pemerintah daerah sebisa mungkin memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dengan menghasilkan inovasi baru juga memaksimalkan teknologi jangka panjang dan memastikan inovasi tepat sasaran dan tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar.

Akhirnya, pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata yang berada di humbang hasundutan kita harapkan akan semakin maju salah satunya dengan Industri Revolusi 4.0 dengan sinergitas antara milenial dan pemerintah yang harus dimulai dan terus dikembangkan demi perwujutan menuju pariwisata Humbahas Hebat.

Contoh gambar :

  1.  

https://beritabojonegoro.com/read/16220-ironi-revolusi-industri-4-0.html

3.

4.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRaWtJw4yCuU5d2TYr0nHdLy0XD5n_Icj7pfYo0CKVR5q5cza3qGQ

5.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQbCpMF4JwRoBNOEwy-4SHnpqGgbEpM837mCIeTYdigjvk7fFi2qQ

Digital travel di era milenial saat ini

Milenial yang sangat mempengaruhi digital Travel

Milenial lagi dan lagi, generasi ini sepertinya tidak henti henti menjadi topik pembicaraan dimanapun. Namun ternyata pengaruhnya cukup besar terhadap sebuah perkembangan pariwisata. Milenial juga dikenal sebagai kelompok demografi setelah generasi X (Gen-X). Istilah milenial memang sedang ramai terdengar, istilah itu berasal dari millennials yang diciptakan oleh sejarah dan penulis Amerika.

Generasi milenial ini bisa dibilang generasi yang hidup berdampingan dengan komputer yang hampir tidak bisa terlepas dengan komputer, yang mereka harapkan semua bisa didapat dengan mudah, kapan pun dan dimanapun mereka ingin. Hal ini didukung karena mereka merupakan generasi yang dekat dengan teknologi, yang memudahkan akses informasi dibidang pariwisata. Namun karena kedekatannya dengan teknologi, milenial seakan-akan mampu menyulap waktu singkat tersebut. Mereka mampu membuat perjalanan wisata yang efisien efektif melalui kedekatan dengan teknologi, mulai dari membeli transportasi, mengatur jadwal perjalanan sampai akomodasi.

Sedangkan digital Travel yaitu mempermudah wisatawan dalam melakukan pembayaran, pemesanan, dan melihat pengalaman pelanggan lainnya dalam mencoba berwisata ditempat tersebut. Digital Travel merupakan salah satu strategi efektif untuk mempromosikan potensi unggulan suatu daerah melalui platform berbasis teknologi dengan target milenial. Di era milenial sekarang, digital Travel sangat dibutuhkan bagi pariwisata, karena orang orang sekarang tidak memiliki waktu yang banyak lagi, milenial sekarang menginginkan proses yang instan dan tidak membuang waktu banyak, mereka tidak menginginkan memesan Travel dengan cara yang rumit seperti harus datang ke kantor Travel agent untuk melakukan reservasi atau memesan tiket dan memilih paket wisata, yang menurut mereka itu sangat rumit, maka dari itu digital Travel itu sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi milenial yang tidak memiliki waktu banyak untuk melakukan pemesanan Travel.  

Peran penting aplikasi dan internet dalam digital Travel

Aplikasi merupakan suatu program yang digunakan khusus untuk para penggunaannya. Dengan aplikasi, milenial membuat keputusan lebih cepat dari sebelumnya. Aplikasi untuk milenial seperti traveloka,tiket.com,dan lain lain. Sangat mengerti dari milenial yang efisien dan simpel, karena dengan menggunakan aplikasi tersebut, milenial dapat bepergian dari suatu tempat atau suatu negara hanya dengan sekali klik dalam smartphone mereka.

Pesatnya pertumbuhan internet dan penggunaan smartphone pada milenial yang membuat digital Travel berkembang pesat seperti sekarang, internet juga memiliki peran penting dalam digital Travel seperti pembayaran dan pembelian dalam aplikasi tersebut.

               Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada.

     Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada. dengan begitu milenial senang melakukan segala sesuatunya sendiri, mengutamakan efesiensi dan kemudahan, serta kurang sabar.

     Accenture sendiri mengembangkan sebuah platform digital yang jika digunakan sebuah industri pariwisata, entah itu hotel, kapal pesiar, bahkan bandara, diyakini dapat memenuhi kebutuhan dan sesuai karakter milenial. Platform ini merancang kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi, mulai dari keluar rumah hingga balik lagi ke rumah.

     Berbicara mengenai kemajuan teknologi, Di era millenial ini majalah sudah bisa berbasis online atau yang biasa disebut dengan “Online Magazine” majalah ini tidak menggunakan bahan kertas melainkan dalam bentuk file yang dapat di akses dengan mudah oleh masyarakat melalui internet. Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada.

     Begitu besarnya pengguna internet saat ini yang difasilitasi oleh Smartphone sehingga melahirkan sebuah Generasi Milenial. Sebuah generasi yang 80% eksis di dunia maya, media sosial dan media digital. Kementerian Pariwisata menangkap peluang ini dengan melahirkan sebuah komunitas netizen zaman now yang tertarik dengan pariwisata dan 80% bergerak di sosial media, yaitu GenPI (Generasi Pesona Indonesia) dan GenWI (Generasi Wonderful Indonesia) yang sangat disambut baik oleh Menteri Pariwisata. Dimana GenPI/GenWI adalah generasi milenial dengan basis komunitas yang aktif mempromosikan Pariwisata Indonesia baik melalui blog, vlog atau medsos kepada masyarakat luas. Mereka sangat aktif dan rutin menggunakan jari mereka untuk pariwisata Indonesia.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai